Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaCakepNewsInternasional

Hamas Lepaskan Sandera , Israel enggan menyebutkan kesepakatan yang disetujui

179
×

Hamas Lepaskan Sandera , Israel enggan menyebutkan kesepakatan yang disetujui

Share this article
Example 468x60

Tiga saluran berita TV utama Israel, tanpa mengutip sumber, mengatakan ada beberapa kemajuan menuju kesepakatan untuk membebaskan sandera yang ditahan Hamas di Gaza.

Netanyahu mengatakan dia tidak akan membahas secara element mengenai kesepakatan apa pun. Namun, N12 Information mengatakan kesepakatan tersebut turut membahas menganai pembebasan 50 hingga 100 perempuan, anak-anak, dan orang tua secara bertahap selama jeda tiga hingga lima hari dalam pertempuran.

“Ketika kami memiliki sesuatu yang konkret untuk disampaikan, maka kami akan memberikan informasi terbaru kepada keluarga korban dan menyampaikannya kepada pemerintah,” kata Netanyahu. “Sampai saat itu, diam adalah yang terbaik.”

Menurut laporan tersebut, Israel akan membebaskan sejumlah tawanan perempuan dan tahanan Palestina di bawah umur dan mempertimbangkan untuk mengizinkan BBM masuk ke Gaza. Namun Isarel tetap ingin melanjutkan pertempuran setelah kesepakatan tersebut.

Di Tel Aviv, ribuan orang berunjuk rasa untuk mendukung keluarga para sandera.

Penduduk Gaza mengatakan pasukan Israel, yang berperang untuk melenyapkan Hamas setelah serangan berdarah melintasi perbatasan pada 7 Oktober, bentrok dengan orang-orang bersenjata Hamas sepanjang malam di dan sekitar Kota Gaza. Rumah Sakit Al Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, berlokasi di wilayah tersebut.

Ashraf Al-Qidra, yang mewakili Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, mengatakan rumah sakit tersebut menghentikan operasinya setelah bahan bakar habis. Akibatnya, dua bayi meninggal di inkubator. Rumah sakit itu, kata Al-Qidra, saat ini menampung 45 bayi.

Dia mengatakan serangan artileri Israel menewaskan seorang pasien yang saat itu berada dalam perawatan intensif. Selain itu, para penembak jitu Israel yang berada di atap gedung kerap menembak kompleks medis, sehingga membatasi kemampuan orang untuk bergerak.

“Kami terkepung di dalam Kompleks Medis Al Shifa, dan pendudukan (Israel) telah menargetkan sebagian besar bangunan di dalamnya,” katanya kepada Reuters melalui telepon.
Kolonel Moshe Tetro, kepala koordinasi dan penghubung di COGAT, badan Kementerian Pertahanan Israel yang menangani urusan sipil di Gaza, mengakui terjadinya bentrokan. Namun, “Tidak ada penembakan di rumah sakit dan tidak ada pengepungan.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *